BLOG PRIBADI PRASETIO ABU ALIFAH

"As-Salafi adalah sebutan bagi siapa saja yang berada di atas manhaj salaf." (Siyar A'lamin Nubala` 6/21)."

Laman

  • Beranda
  • Mengapa Salafy?
  • URL Radio Salafy Indonesia
  • Nasehat Untuk Para Bloger Salafiyyin

Radio Muwahiddin

Tampilkan postingan dengan label Muslimah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muslimah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Oktober 2015

BERHARAP KEBAIKAN TUK ANAK? MAKA BERBUAT BAIKLAH…!


BERHARAP KEBAIKAN TUK ANAK , MAKA BERBUAT BAIKLAH…

••••••••••••••••••••••

… Buah jatuh tak jauh dari pohon nya,

Inilah sebuah pepatah yang kerap mengiang ditelinga kita

Terlepas dari benar tidaknya pepatah tersebut (-dan memang seharusnya seorang muslim tidak menyandarkan urusannya kecuali pada kalamuLLOH & qola Rasululloh صلى اللّٰه عليه وسلم -). Namun sering kali kita dapati keadaan seorang anak (terutamanya watak) tidak beda jauh dengan keadaan orang tuanya. Lalu bagaimana syari’at memandang hal ini…??

Baca selengkapnya »
Diposting oleh Unknown di 05.23.00 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Muslimah, Nasehat, Nikah dan Rumah Tangga

Senin, 21 September 2015

Surga bagi Orang Tua yang Bersabar atas Kematian Anaknya

Al-Ustadz Abu Bakar Abdurrahman
Surga bagi Orang Tua yang Bersabar atas Kematian Anaknya

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: جَائَتِ امْرَأَةٌ إِلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ: يَا رَسُولَ اللهِ، إِنَّا لَا نَقْدِرُ عَلَيْكَ فِي مَجْلِسِكَ، فَوَعِّدْنَا يَوْمًا نَأْتِيْكَ فِيْهِ. فَقَالَ: مَوْعِدُكُنَّ بَيْتُ فُلَانٍ؛ فَجَاءَهُنَّ لِذَلِكَ الْوَعْدِ وَكَانَ فِيْمَا حَدَّثَهُنَّ: مَا مِنْكُنَّ امْرَأَةٌ يَمُوتُ لَهَا ثَلَاثٌ مِنَ الْوَلَدِ فَتَحْتَسِبُهُمْ إِلَّا دَخَلَتِ الْجَنَّةَ
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, “Seorang wanita mendatangi Rasulullah  lalu berkata, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami tidak mampu menghadiri majelis Anda, maka berilah kami waktu dan tempat khusus untuk kami mendatangi Anda.’ Beliau pun menyanggupinya dan bersabda, ‘Tempat kalian berkumpul adalah tempat si fulan.’ Pada hari yang dijanjikan, beliau pun datang. Salah satu pelajaran yang beliau sampaikan kepada mereka adalah, ‘Tidaklah seorang wanita di antara kalian ditinggal mati oleh tiga anaknya, lalu dia mengharap pahala atasnya, kecuali dia akan masuk surga’.” (HR. al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad no. 148)


Pembaca yang dimuliakan oleh Allah, mari kita renungi kandungan hadits di atas yang penuh pelajaran bagi kita. Di antara faedah yang bisa kita ambil adalah:

Baca selengkapnya »
Diposting oleh Unknown di 14.46.00 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Muslimah, Nikah dan Rumah Tangga

NASEHAT BAGI PARA WANITA YANG TERSIBUKKAN DARI MELAYANI SUAMI, KARENA MEDIA SOSIAL



 Jawaban Asy Syaikh Ubaid bin Abdillah Al Jabiri -hafidzahullah-

 Ini merupakan pengkhianatan, dia bermain-bermain terhadap hak suaminya. Sementara yang wajib bagi seorang muslimah adalah menjaga harta suaminya dan anak-anak suaminya.



Baca selengkapnya »
Diposting oleh Unknown di 14.37.00 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Muslimah, Nasehat

Minggu, 28 September 2014

Istri yang Membahagiakan Suami


Saudariku Muslimah…

Istri yang shalihah mempunyai sifat-sifat yang istimewa dan kriteria yang yang sangat jelas. Diantara inti dari kriteria tadi adalah tiga yang prinsipil, hal itu terkandung dalam hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Sebaik-baik wanita adalah yang membahagiakanmu tatkala kamu memandangnya dan mentaatimu tatkala kamu memerintahkannya serta menjaga harga dirinya dan hartamu tatkala kamu tidak ada”. ( Hadits shahih. Dikeluarkan oleh Al Hakim (2/161, Ath-Thabrani seperti yang ada dalam Al Majma’ (4/237) dari hadits Ibnu Salam. Dikeluarkan juga oleh Imam Ahmad (2/251) dan An-Nasai seperti hadits tadi dari Abi Hurairah).
Bila kalian renungkan tiga sifat yang ada dalam hadits tadi maka akan kalian dapati bahwa itu semua adalah sebaik-baik yang diidamkan oleh tiap orang laki-laki dari orang perempuan.


Istri yang membahagiakan suami

Inilah sifat yang pertama kali yang disebutkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam agar supaya tiap-tiap perempuan yang beriman dan bertakwa bisa menggapai kebahagiaan rumah tangga.
Inilah sifat yang mengantarkan seorang perempuan muslimah kedalam kehangatan cinta suaminya kepada dirinya serta kebahagiaannya dengannya juga kebahagiaan seorang perempuan dengan suaminya.


Saudariku Muslimah…


Baca selengkapnya »
Diposting oleh Unknown di 02.49.00 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Muslimah

Sabtu, 27 September 2014

HARUSKAH MENERIMA PINANGAN PRIA YANG BAIK AGAMANYA


Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah

Pertanyaan: Saya seorang gadis berusia 16 tahun, ada seorang pemuda yang baik agamanya meminang saya, dia adalah seorang muadzin di salah satu masjid, hanya saja saya tidak mau menikah dengannya karena saya tidak menyukainya, bahkan saya sudah tidak tertarik kepadanya sebelum dia meminang saya. Apakah saya berdosa karena menolak pinangannya, dalam keadaan dia termasuk orang yang diridhai agamanya? Kami memohon fatwanya, semoga Allah memberi Anda pahala.

Jawaban: Jika engkau tidak menyukai untuk menikah dengan seseorang maka engkau

Baca selengkapnya »
Diposting oleh Unknown di 00.20.00 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Muslimah

{KISAH NYATA } SEPENGGAL DOA IBUNDA

 
Ditulis oleh: Al-Ustadz Abulfaruq Ayip Syafruddin

“Masa silam saya kelam,” ucap anak muda itu mengenang masa lalunya. Penampilannya yang necis tak membersitkan sedikit pun sebagai mantan pecandu obat terlarang. Rambut lurus bagai kucai dipotong pendek. Sisirannya yang dibelah tengah menambah tampilan lebih apik. Semburat wajahnya menyimpan keteduhan.

“Dulu, ganja, putaw, atau sabu adalah teman setia saya,” lanjut pemuda itu. Awal dirinya berkenalan dengan barang-barang terlarang adalah dari teman bergaul. Beberapa teman sepermainan menyeretnya untuk coba-coba mengisapnya. Satu, dua kali hingga akhirnya menjadi candu. 

Dirinya menemukan suasana lain setelah mengonsumsi obat-obat tersebut, fly. Semakin hari, dari waktu ke waktu, intensitas pemakaian obat itu pun bertambah. Akhirnya, dia merasakan, apabila tidak mendapatkan obat terkutuk tersebut, dia merasa tersiksa.

“Bahkan,
Baca selengkapnya »
Diposting oleh Unknown di 00.05.00 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Kisah, Muslimah, Nasehat

Minggu, 21 September 2014

Bermain dan Belajar


belajar-dan-bermain


     Bagaikan mengukir diatas batu, demikian perumpaan bagi orang yang belajar pada masa-masa emasnya. Maksudnya, bahwa belajar pada masa kanak-kanak akan melekat kuat dalam jiwa, bagaikan lukisan yang digoreskan di atas batu akan tergambar jelas tidak mudah hilang.

Masa-masa emas ini pulalah yang dimanfaatkan oleh pendidik terbaik sepanjang sejarah manusia, Rasulullah Muhammad. Tak heran, banyak sekali didapatkanpara cendekiawan muda yang terlahir dari bimbingan beliau.

Kita kenal Abdullah bin Abbas , Abdullah bin Umar , Anas bin Malik, dan masih banyak lagi, mereka adalah ulama, yang mencapai derajat tinggi dalam umur yang masih relatif muda.

Seandainya kita lihat sistem pendidikan Rasulullah, kita akan dapatkan bahwa beliau mendidik umat dalam setiap kesempatan. Bukan hanya dalam majlis-majlis ta’lim, bahkan ketika sedang safar, saat berboncengan, dan pada stiap keadaan. Termasuk pula pada saat anak bermain. Seperti dalam haditsyang diriwayatkan oleh Imam Al Bukhori, dari Anas bin Malik, ia mengisahkan bahwa Rasulullah sering berkunjung ke rumahnya. Pernah suatu hari burung kecil, peliharaan Abu Umair (adik Anas bin Malik) yang ia bermain dengan burung tersebut mati, melihat kesedihan anak tersebut Rasulullah menghiburnya. Beliau bersabda, Wahai Abu Umair kenapa burungmu?” dalam sepenggal hadits ini banyak sekali muatan pendidikan yang ingin Rasulullah sampaikan. Bahkan Imam Asy Syafi’i menyimpulkan kurang lebih 40 pendidikan dalam hadits ini. Minimalnya bagi si anak tersebut adalah tertanamnya kecintaan terhadap sosok pengajar karena perhatian besar yang di berikan.

Maksud dari uraian ini adalah agar kita sebagai orang tua tidak membiarkan masa-masa emas ana lewat begitu saja. Sekedar untuk main-main tanpa ada unsur pendidikan . apalagi main-main adalah dunianya anak-anak.

Main dan mainan adalah sesuatu yang hampir tidak terlepaskan dari anak-anak. Sebagian besar waktu mereka adalah untuk bermain. Dalam kegiatan inilah sejatinya mereka banyak belajar. Mereka selalu ingin tahu dan mencoba. Bermain merupakan aktivitas yang dilakukan tanpa adanya tujuan yang serius. Satu-satunya tujuan adalah perasaan senang pada saat melakukannya. Karenanya, bermain sangat dekat dengan kehidupan anak-anak. Pada kegiatan seperti inilah kesempatan yang sangat bagus bagi orang tua untuk memberikan pendidikan bagi mereka.

Secara garis besar usia bermain pada anak dapat dikelompokkan menjadi tiga tahap :

Baca selengkapnya »
Diposting oleh Unknown di 01.08.00 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Muslimah, Nikah dan Rumah Tangga

Yang Ku Inginkan Dari Istriku

setangkai-bunga-1

Yang Ku Inginkan Dari Istriku


  • Aku menginginkan istriku berpegang teguh terhadap agamanya, melaksakan kewajiban yang Allah Ta’aala wajibkan baginya karena inilah aku memilih dirinya dan merasa bahagia karenanya.
  • Aku menginginkan istriku selalu berusaha membahagiakanku karena inilah yang di inginkan setiap suami kepada istrinya dan sebab kebahagian dan langgengnya kehidupan suami istri
  • Aku menginginkan istriku selalu berusaha tampil cantik lagi mempesoana dihadapanku, karena inilah keinginan setiap suami dan kebahagiannya dan menjadi sebab langgengnya cintaku kepadanya
  • Aku menginginkan istriku tidak membebaniku dengan berbagai tuntutan yang diluar batas kemampuanku atau menyulitkanku, karena hal ini membuat kehidupanku menjadi sempit.
  • Aku menginginkan istriku selalu berusaha merapikan rumah tanpa melupakan untuk melayaniku ketika aku berada dirumah, karena dengan inilah timbul suasana nyaman dan menyenangkan ketika aku, kamu dan anak-anak berada dirumah.
  • Aku menginginkan istriku mengetahui dan ikut merasakan apa yang aku rasakan, senang dikala aku gembira, merasakan kesedihanku ketika aku sedang sedih, karena dengan inilah aku merasa istriku selalu bersamaku dalam suka dan duka.
  • Aku menginginkan istriku  merasa cukup dengan berbicara hal yang bermanfaat, memperhatikan cara yang baik ketika berbicara kepadaku dan berbicara secukupnya tidak cerewet karena hal itulah yang di inginkan oleh para suami.
  • Aku menginginkan istriku memilih waktu yang tepat kapan ia harus bicara atau mengadu apa yang ia butuhkan atau yang ia keluhkan agar dengan sebab itu kebaikan yang aku tangkap dari apa yang istriku sampaikan karena kepandaianya memilih-milih waktu yang tepat.
  • Aku menginginkan istriku pandai mengurus dan mendidik anak, karena dengan itu aku menilainya sebagai seorang istri yag bertanggung jawab dan menyanyangi buah hati dari cinta kita.
  • Aku menginginkan istriku tidak cemburu buta kepadaku, merasa was-was dan curiga kepadaku, karena dengan ini akan terjaga hubungan rumah tangga kita.
  • Aku menginginkan istriku tidak menolakku ketika aku mengajaknya untuk menunaikan kebutuhan biologisku, karena inilah sebab terbesar seseorang menikah. Karena menunaikan kebutuhan ini dengan baik berarti istriku berusaha menunaikan hak terbesarku dengan baik.
  • Aku menginginkan istriku menjaga kehormatan, kesucian dan hartaku ketika aku ada ataupun ketika aku tidak ada. Kerena inilah aku memilih dan mencintainya.
Al Ustadz Abdullah Al-Jakarty
Diposting oleh Unknown di 00.43.00 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Muslimah, Nikah dan Rumah Tangga

Kamis, 18 September 2014

Yang Ku Inginkan Dari Suamiku

alhusna-catatanmms11


Yang Ku Inginkan Dari Suamiku

Aku menginginkan suamiku memperlakukanku dengan baik, dengan penuh kasih sayang dan kelembutan. Dan tidak bersikap kasar padaku. Karena dengan sebab itu akan menjadi sebab lenggengnya cinta dan kasih sayang.

Aku menginginkan suamiku meluangkan waktu untuk berbicara, bersenda gurau dan bercengkrama denganku. Karena itulah kebahagian seorang istri bisa bersama, berbincang, bersendau gurau dan berkasih sayang dengan orang yang dia cintai (suaminya).

Aku menginginkan suamiku
Baca selengkapnya »
Diposting oleh Unknown di 23.16.00 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Muslimah, Nasehat

Kamis, 04 September 2014

FATWA – FATWA TENTANG PERHIASAN KAUM HAWA : “Tuntunan Syari’ah Dalam Berhias Bagi Muslimah” (Sekapur Sirih)


FATWA - FATWA TENTANG PERHIASAN KAUM HAWA

FATWA – FATWA
TENTANG PERHIASAN KAUM HAWA
“Tuntunan Syari’ah Dalam Berhias Bagi Muslimah”

PENULIS
UMMU SALAMAH AS SALAFIYAH AL ABBASIYYAH
-Hafidzohallohu Ta’ala-
———————————————————-
SEKAPUR SIRIH DARI PENERJEMAH

Segala puji bagi Allah sholawat serta salam bagi Nabi kita Muhammad dan keluarganya dan para shohabatnya serta orang-orang yang mengikutinya dengan baik sampai hari kiamat.
Allah ta’ala berfirman:
زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ
Artinya: “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu wanita-wanita.” (Ali ‘Imran: 14)
Dan Allah ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلادِكُمْ عَدُوًّا لَكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ
 Artinya: “Hai orang-orang mukmin, sesungguhnya diantara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu. Maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka.” (At Taghaabun : 14)

Dan Rosululloh bersabda:
« مَا تَرَكْتُ بَعْدِى فِتْنَةً هِىَ أَضَرُّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ »
Artinya: “Tidaklah aku tinggalkan setelahku fitnah lebih berbahaya bagi laki-laki dari para wanita.” (Shahih, HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Dan beliau juga bersabda:
إِنَّ الدُّنْيَا حُلْوَةٌ خَضِرَةٌ وَإِنَّ اللَّهَ مُسْتَخْلِفُكُمْ فِيهَا فَيَنْظُرُ كَيْفَ تَعْمَلُونَ فَاتَّقُوا الدُّنْيَا وَاتَّقُوا النِّسَاءَ فَإِنَّ أَوَّلَ فِتْنَةِ بَنِى إِسْرَائِيلَ كَانَتْ فِى النِّسَاءِ
 Artinya: “Sesungguhnya dunia itu manis dan hijau dan sesungguhnya Allah menjadikan kalian sebagai kholifah di dalamnya maka Dia akan melihat bagaimana kalian beramal, maka berhati-hatilah kalian dari dunia dan berhati-hatilah kalian dari para wanita karena awal fitnah bani israil itu dari wanita.” (Shahih, HR. Muslim)

Allah dan Rasul-Nya telah menerangkan bahwasanya fitnah terbesar bagi laki-laki adalah kaum wanita, terlebih lagi di zaman ini yang mana para wanita jauh dari ilmu syar’i dan ulama’. Mereka membuka wajah-wajah mereka dan bertabarruj seperti tabarrujnya wanita jahiliyah maka benarlah firman Allah dalam kitab-Nya yang Mulia:
وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَىٰ ۖ
Artinya: “Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu.” (Al-Ahzab : 33)

Tabarruj jahiliyah adalah wasilah terbesar bagi para wanita untuk menjerumuskan laki-laki ke dalam fitnah, dari sini kita ketahui bahwasanya kaum muslimah sangat membutuhkan nasehat dan peringatan yang membimbing mereka kepada kebenaran, dan mereka juga membutuhkan ilmu yang berkaitan dengan perkara kewanitaan terutama dalam perkara yang berkaitan dengan tata cara berhiasnya mereka dikarenakan banyak dari para wanita berhias dengan perhiasan yang menyelisihi syari’at dan menyerupai wanita kafir.

Dan telah menyusun syaikhhoh kami yang mulia Ummu Salamah As Salafiyyah Al Abbasiyyah sebuah kitab yang berkaitan dengan perhiasan kaum wanita. Dan kami berupaya untuk menerjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia dalam rangka dakwah dan nasehat bagi diri-diri kami khususnya dan bagi para muslimah Indonesia umumnya sebagai bentuk rasa cinta kami kepada para muslimah di Indonesia agar mereka tetap berada dalam bimbingan kitab dan sunnah dalam segala aspek kehidupan.

Baca selengkapnya »
Diposting oleh Unknown di 01.33.00 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Muslimah

Kamis, 21 Agustus 2014

Menggapai Kebahagiaan Dunia Akhirat Ke-2


Oleh: Al-Ustadz Syafi’i bin Shalih al-Idrus

 Saudariku fillah, pada edisi sebelumnya telah disebutkan kandungan surat al-‘Ashr bahwa semua orang pasti akan merugi, kecuali orang yang memiliki empat sifat, yaitu iman, amal saleh, dakwah di jalan Allah, dan sabar. Pada edisi sebelumnya telah dijelaskan dua sifat, yaitu iman dan amal saleh.

Baca selengkapnya »
Diposting oleh Unknown di 00.57.00 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Muslimah

Menggapai Kebahagiaan Dunia Akhirat Ke-1


Oleh: Al-Ustadz ‘Utsman

Kebahagiaan dan kesuksesan adalah dambaan setiap orang, baik muslim maupun non muslim, pria maupun wanita. Hal ini terlihat pada berbagai aktivitas manusia di dunia. Jika mereka ditanya tentang tujuan aktivitas mereka, akan muncul jawaban yang bermacam-macam, tetapi berkisar pada satu titik: mencapai kebahagiaan, ketenangan, dan kemakmuran. Namun, ada perbedaan antara orang yang beriman kepada Allah l dan hari akhir, dengan orang yang hanya berorientasi pada kehidupan dunia.

Muslim sejati akan berusaha menggapai kebahagiaan dunia dan akhirat sekaligus. Bahkan, kebahagiaan akhirat lebih dia utamakan daripada kebahagiaan duniawi. Allah k sebagai pencipta dan pengatur alam semesta telah menurunkan al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Dia pun mengutus Nabi yang agung—penutup para nabi dan rasul, yaitu Muhammad n—sebagai panutan kita dalam hal meraih cita-cita di dunia dan akhirat.


Baca selengkapnya »
Diposting oleh Unknown di 00.55.00 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Muslimah

Senin, 18 Agustus 2014

Shalat Menggendong Anak


image


Shalat Menggendong Anak
Apakah seorang ibu boleh shalat sambil menggendong anaknya?

Jawab:


Baca selengkapnya »
Diposting oleh Unknown di 23.40.00 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Fatwa, Muslimah

Minggu, 03 Agustus 2014

“BOLEHKAH ANAK-ANAK YANG TELAH BALIGH TIDUR BERSAMA IBUNYA ATAU SAUDARA PEREMPUANNYA?”

catatanmms171



Pertanyaan: Apakah anak laki-laki yang telah baligh boleh tidur bersama ibunya atau saudara perempuannya?

Jawab:

Anak-anak laki-laki yang telah baligh atau telah mencapai usia sepuluh tahun,

Baca selengkapnya »
Diposting oleh Unknown di 02.55.00 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Fatwa, Muslimah

Senin, 28 Juli 2014

CIRI-CIRI, SIFAT & GAMBARAN “BIDADARI SURGA”

Bidadari Surga dalam Penggambaran al-Qur’an

(ditulis oleh: Al-Ustadzah Ummu Ishaq al-Atsariyah)
Majalah AsySyariah Edisi 074

 

Al-Qur’an yang mulia sering menyebutkan kenikmatan-kenikmatan yang dijanjikan Allah Subhaanahu Wa Ta’ala kepada orang-orang yang beriman yang akan diperoleh kelak di surga, karena memang surga adalah tempat bersenang-senang dalam keridhaan ar-Rahman. Berbeda halnya dengan dunia sebagai darul ibtila’ wal imtihan, negeri tempat ujian dan cobaan.


Baca selengkapnya »
Diposting oleh Unknown di 23.36.00 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Muslimah

Minggu, 20 Juli 2014

Kapan Wanita Boleh Shalat?


Kapan seorang wanita mengerjakan shalat fardhu di rumahnya, apakah setelah azan ataukah setelah iqamah?

Jawab:


Baca selengkapnya »
Diposting oleh Unknown di 23.03.00 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Fiqh, Muslimah

Sabtu, 19 Juli 2014

Relakah Dirimu Menjadi Hiasan Syaitan Di Dunia Nyata & Dunia Maya?


بسم الله الرحمن الرحيم



Adalah hal yang wajar apabila seorang wanita ingin terlihat cantik, asalkan ditujukan untuk suaminya sendiri. Lalu bagaimana apabila ada wanita yang ingin terlihat cantik dengan jilbabnya tapi bukan untuk dilihat suaminya? Atau pasang photo di FB agar semua mata memandangnya?

Duhai wanita muslimah yang merindukan Jannah, wanita macam apakah yang ingin selalu tampil cantik tapi bukan untuk suaminya?

Siapakah yang telah meracunimu sedemikian rupa?

Apakah dirimu rela menjadi hiasan syaitan?


Sungguh menyedihkan, sungguh memprihatinkan. Ingin menitik rasanya air mata ini menyaksikan polah tingkah wanita muslimah yang "berjilbab", tetapi tidak memahami hikmah dari disyari'atkannya jilbab bagi mereka.



Baca selengkapnya »
Diposting oleh Unknown di 02.15.00 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Muslimah

Selasa, 08 Juli 2014

Batasan Kufu dalam Pernikahan



 

Pertanyaan :

Apakah batasan kufu/ kesetaraan dalam pernikahan? Apakah adanya kecocokan hati, perasaan, cara berpikir, cara pandang dan kefaqihan dalam agama termasuk dalam kekufuan?
Dianwati
ummuyusuf@…com

Jawab:

Para ahli fiqih (fuqaha) berbeda pendapat tentang kafa`ah (kufu) dalam pernikahan, namun yang benar sebagaimana dijelaskan Ibnul Qayyim

Baca selengkapnya »
Diposting oleh Unknown di 12.39.00 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Muslimah, Nikah dan Rumah Tangga

Jumat, 04 Juli 2014

UMMI SANG MUJAHID



Ikhwatal iman…

Jika antum ditanya, siapakah
pahlawan yang senantiasa mewarnai
lembaran perjuangan islam? Pasti
yang bermunculan dalam benak kita
adalah nama-nama harum seperti
Anas bin Malik, Al Hasan, Al Husein,
Imam Malik, Imam Syafi’i, Imam
Ahmad dan sederet pahlawan islam
lainnya.

Memang benar, mereka telah
berkorban banyak untuk islam dan
muslimin. Seolah setiap hembusan
nafas, tetesan keringat, denyut nadi,
air mata, darah, derap langkah,
mereka korbankan untuk islam.

Sungguh.. sungguh kerdilnya kita di
hadapan mereka!

Namun, taukah akhi siapakah
pemeran utama dibalik kesuksesan
mereka -setelah Allah tentunya-?

Bunda. Iya, bunda. Atau kita panggil
saja Ummi.

Baca selengkapnya »
Diposting oleh Unknown di 02.27.00 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Kisah, Muslimah

Jumat, 23 Mei 2014

SILSILAH AMALIYAH UNTUK MEMBAHAGIAKAN SANG SUAMI (2)


SILSILAH AMALIYAH UNTUK MEMBAHAGIAKAN SANG SUAMI

Pertemuan ke 2


Wahai saudariku ...

Pemahaman tentang nilai sebuah keluarga sudah kita maklumi bersama..

Keluarga itu bisa menjadi sebuah surga dunia , penyejuk hati pelipur lara, pelepas lelah letih selepas bekerja..

pemupuk semangat dan motivasi bagi penghuninya..

Demikian pula sebuah keluarga akan terasa bagai sebuah bencana,
menambah luka menindih derita bahkan membuat sesak dada memusnahkan harapan dan cita..



Wahai saudariku taukah kamu....

Baca selengkapnya »
Diposting oleh Unknown di 23.40.00 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Muslimah, Nasehat, Nikah dan Rumah Tangga
Postingan Lama Beranda
Langganan: Postingan (Atom)
"Dipersilakan untuk menyebarluaskan isi dari blog ini untuk kepentingan da'wah, tanpa tujuan komersil dengan menyertakan URL sumber. Jazakumullohu khairan."

Hadits

Hadits Abdullah ibnu Mas’ud Rodiallohu ‘anhu :

« أَوَّلُ زُمْرَةٍ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ كَأَنَّ وُجُوهَهُمْ ضَوْءُ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ، وَالْزُّمْرَةُ الثَّانِيَةُ عَلَى لَوْنِ أَحْسَنِ كَوْكَبٍ دُريَ فِي السَّمَاءِ، لِكُل رَجُلٍ مِنْهُمْ زَوْجَتَانِ مِنَ الْحُورِ الْعِينِ، عَلَى كُل زَوْجَةٍ سَبْعُونَ حُلَّةً، يُرَىٰ مُخُّ سُوقِهِمَا مِنْ وَرَاءِ لُحُومِهِمَا وَحُلَلِهِمَا، كَمَا يُرَىٰ الشَّرَابُ الأَحْمَرُ فِي الزُّجَاجَةِ الْبَيْضَاءِ »

“Kelompok pertama kali yang masuk surga, seolah wajah mereka cahaya rembulan di malam purnama. Kelompok kedua seperti bintang kejora yang terbaik di langit. Bagi setiap orang dari ahli surga itu dua bidadari surga. Pada setiap bidadari ada 70 perhiasan. Sumsum kakinya dapat terlihat dari balik daging dan perhiasannya, sebagaimana minuman merah dapat dilihat di gelas putih.” (HR. Thabrani dengan sanad shahih, dan Baihaqi dengan sanad hasan. Hadits hasan, shahih lighairi: Shahih al-Targhib: 3745)

Label

  • Download Audio (291)
  • Nasehat (277)
  • Manhaj (221)
  • Bantahan (220)
  • Aqidah (194)
  • Fiqh (145)
  • Fatwa (140)
  • Info Kajian (133)
  • Kisah (115)
  • Muslimah (108)
  • Nikah dan Rumah Tangga (102)
  • Puasa (79)
  • Akhlak dan Adab (66)
  • Biografi (45)
  • Umum (45)
  • Mengenal Salaf (30)
  • Al Qur'an (24)
  • Syiah (19)
  • Download pdf (15)
  • Demokrasi (10)
  • Info Mahad (10)
  • Hadits (6)
  • Do'a (5)
  • chm (4)
  • Syair (1)

Istri- istri Nabi زوجات النبي

  • Khadijah binti Khuwailid (wafat 3 SH)
  • Zainab binti Khuzaimah (wafat 1 SH)
  • Aisyah binti Abu Bakar (wafat 57 H)
  • Hafsah binti Umar (wafat 45 H)
  • Juwairiah binti Harits bin Abu Dhirar (wafat 56 H)
  • Maimunah binti Harits (wafat 50 H)
  • Mariah Qibtiah (wafat 16 H)
  • Saudah binti Zam`ah (wafat 23 H/ 643 M)
  • Sofiah binti Huyai bin Akhtab (wafat 50 H)
  • Ummu Habibah binti Abu Sofyan (wafat 44 H)
  • Ummu Salamah (wafat 57 H)
  • Zainab binti Jahsy (wafat 20 H)

Putra-Putri Nabi

  • Al- Qasim bin Muhammad
  • Zainab binti Muhammad (wafat 8 H.)
  • Ruqayyah binti Muhammad (wafat 2 H)
  • Ummu Kultsum (wafat 9 H)
  • Fatimah Az-Zahra (wafat 11 H)
  • Abdullah bin Muhammad (meninggal ketika kecil)
  • Ibrahim bin Muhammad (wafat 10 H ketika kecil)

Cucu Nabi

  • Abdullah bin Usman bin Affan (Putra Ruqayyah)
  • Ali bin Abul Ash (Putra Zainab.meninggal ketika kecil.)
  • Hasan bin Ali bin Abu Talib (3-50 H.)
  • Husain bin Ali bin Abu Talib (4-61 H)
  • Zainal Abidin (wafat 93H)
  • Ummi Kultsum binti Ali bin Abu Thalib (wafat.75H)

ANTI JIL

ANTI JIL

Translate

Amir Prasetio

Amir Prasetio

Profil Pemilik Blog

Bismillah.....

Barokallohu fiykum....

Nama ana Abu Alifah Amir Prasetio

Ana tinggal di Pemukti UH 7/621 RT.29 RW.10 Giwangan,Umbulharjo Yogyakarta.


Ana mengenal manhaj salaf sejak tahun 2004.

Blog ini ana buat dengan tujuan untuk menyebarkan dakwah salafiyyah.

semoga bermanfaat.


Permata Salaf

Ali bin Abi Thalib berwasiat kepada Kumail bin Ziyad rahimahullah, Ilmu lebih baik daripada harta karena ia akan menjagamu. Adapun harta, engkau yang menjaganya. Ilmu akan bertambah dengan diamalkan, sedangkan harta akan berkurang ketika dibelanjakan.

Mencintai orang yang berilmu adalah bagian agama
. Ilmu membuat pemiliknya berada dalam ketaatan sepanjang hayatnya, pembicaraan yang baik setelah dia meninggal. Adapun harta, pengaruhnya akan hilang seiring dengan lenyapnya harta itu. Para penjaga harta seakan-akan mati dalam hidupnya. Adapun orang berilmu akan tetap abadi sepanjang masa (Min Washaya as-Salaf, hlm. 12—14)

Arsip Maktabah

Artikel Terbaru

Memuat...

Artikel Populer Minggu ini

  • HUKUM BERGABUNG DENGAN FIRQOH-FIRQOH UNTUK MEMPERBAIKI DARI DALAM
  • PANDUAN BEKAM DASAR, CARA PENGOBATAN BEKAM, JENIS TERAPI BEKAM, PERSIAPAN BEKAM
  • HUKUM GAMBAR DI DALAM TV (Bagaimana dengan TV Rodja?)
  • (Download Audio) Dauroh Masyayikh Ahlus Sunnah Wal Jamaah V Yogyakarta 2009
  • Thoghut Demokrasi Berbuah Penyakit Jiwa (Bagian 1)

forum salafy

Memuat...

Darus Salaf : Kajian Islam Berdasarkan Al-Qur'an dan Assunnah

Memuat...

Salafy Indonesia

Memuat...

‎ ‎طبيب الطب النبوي | Dokter Pengobatan Nabawi |

Memuat...

Ma'had Annur Al-Atsary | Ma'had Annur Al-Atsary

Memuat...

Tauhid Yang Pertama, Ilmu, Amal dan Dakwah

Memuat...

Ibnu Taimiyah

Memuat...

Untukmu Yang Mencari Kebenaran Tentang Ihyaut Turats

Memuat...

Pusat Informasi Kajian Ahlussunnah wal Jama'ah Cileungsi

Memuat...

Manhajul Anbiya

Memuat...

Salafy Cirebon

Memuat...

SITUS MA'HAD ASSALAFY JEMBER

Memuat...

Dammaj Al-Habibah

Memuat...

Al-Fawaaid.my

Memuat...

Blog Untuk Para Pencari Al Haq

Memuat...
""Boleh di copas untuk kepentingan dakwah disertakan sumbernya"". Tema PT Keren Sekali. Gambar tema oleh caracterdesign. Diberdayakan oleh Blogger.