Radio Muwahiddin

Selasa, 03 April 2012

Ketika Seorang Suami Ingin Menambah Istri

Ketika Seorang Suami Ingin Menambah Istri

----------------------------------------------------------------------------------------------- 



Pagi ini hari jumat yang cerah Alhamdulillah, sudah isi perut, sudah bersih2, masya Allah sudah mendapat curahan nikmat2 dari Allah, n lalu Pengen bikin tulisan tentang “pengen tambah” yang maksudnya pengen tambah istri, hehe (Amin)!!!

Sejujurnya topik pengen tambah ini atau bahasanya poligami or ta’addud sudah kepikir2 dari sebelum menikah hanya waktu belum menikah (yang pertama kali) terpikirnya tentang poligami adalah seputar rasa enak secara fisik yang bisa didapat karena punya banyak istri. Harap dimaklumi waktu itu masih muda pikiran labil tidak berpandangan luas dan bijak, he em!!

Lalu Sekarang, tidak disangka-sangka kok rasanya pengen punya istri lebih dari satu ya, (senyum sedikit dulu) tapi mohon diperhatikan ya motivasinya tidak sama dengan waktu sebelum nikah dulu. (Oh iya, boleh tolong bagi yang tidak suka poligami atau bahkan membenci poligami lebih baik tidak membaca ini lebih lanjut karena nanti saya khawatir kalian sakit hati, dan kalau tidak bertaubat dari kebencian itu saya khawatir kalian dihukum di hari kiamat nanti).

Satu hal dengan hal yang lain itu saling berkaitan. yang dalam kehidupan keluarga yang ingin semaksimal mungkin menegakkan bangunan-bangunan agama (–jangan lupa kalian dengan pondasinya yaitu TAUHID–) seperti menuntut ilmu agama, berjihad fi sabilillah, berdakwah, membangun generasi penerus yang alim dan sholih, di situasi kondisi yang saya hadapi , penilaian Saya berakhir pada kesimpulan: istri lebih dari satu. Hehe, buat banyak orang dikatakan sebagai “mengikuti nafsu doang” , “kesimpulan yang prematur” or ungkapan2 jahat lainnya, silakan dengan pandangan Anda yang rusak, semoga kalian taubat Amin.

Perlu Anda sadari bahwa kita hidup di dunia yang memiliki batas waktu. Dan sayang sekali kita tidak diberitahu kapan batas waktu itu. Sedangkan kita harus berlari untuk mendapatkan ridho Allah. Jadi, kita harus mengEFISIENkan hidup kita. Dan kesimpulan saya, (semoga banyak yang setuju tapi saya tidak mengharapkan pendapat Anda sama sekali) Poligami adalah agent of efficiency. Ini tidak butuh rumus-rumus fisika dengan notasinya. Karena Rumus tersebut Poligami (P) = Agent of Efficiency (A.E) lahir dari proses penyederhanaan di dalam sanubari dengan mempertimbangkan banyak variabel-variabel kehidupan, Versi Saya!

Sedikit variabel itu adalah:
  1. Target mengikuti Rasulullah semampu semaksimal mungkin
  2. Target banyak anak
  3. Target keluarga belajar agama seumur hidup (dan di sini variabel dominannya)
  4. variabel turunanya poin ini:
  5. - Harus alokasi kan waktu untuk belajar, sedangkan waktu untuk mengurus rumah saja sudah banyak sekali, sehingga harus ada saling berbagi tugas
Ingin kehidupan yang penuh ketenangan, dan kita butuh partner2 yang mampu menerima keluh kesah kita
dan lain-lain

Jangan pernah gunakan logika orang-orang katro, ndeso, tidak kenal agama, pluralis, orientalis, antek-antek yahudi, orang kafir, orang yang tidak mengikuti manhaj salaf: dalam pendapat-pendapat mereka tentang poligami. Karena kita berpoligami memiliki dasar-dasar dari Alquran dan dari As Sunnah.

Allah berkata di Alquran Surat An Nisa ayat 3:
“Dan jika kalian takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kalian menikahinya), maka nikahilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga, atau empat. Namun jika kalian takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (nikahilah) seorang saja, atau budak-budak yang kalian miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"Dipersilakan untuk menyebarluaskan isi dari blog ini untuk kepentingan da'wah, tanpa tujuan komersil dengan menyertakan URL sumber. Jazakumullohu khairan."